ARUN TABANAN SERUKAN KEWASPADAAN TERHADAP ISU PERDAGANGAN ANAK YANG BEKEDOK ADOPSI
Tabanan, Bali — Menyikapi maraknya isu jual beli bayi yang sempat terjadi dan menjadi perhatian publik, ARUN (Advokasi Rakyat Untuk Nusantara) Kabupaten Tabanan menyampaikan seruan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada dan peduli terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar.
Ketua ARUN Tabanan, Adv. Bang Alianto, menegaskan bahwa praktik perdagangan anak adalah kejahatan berat yang melanggar nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.
"Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga penghianatan terhadap masa depan bangsa. Kita semua punya tanggung jawab moral dan sosial untuk mencegah agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Tim hukum ARUN, Bang Obri dan Bang Wita, turut menekankan pentingnya sikap kritis dan aktif masyarakat dalam memantau aktivitas lembaga atau pihak manapun yang berkaitan dengan anak.
“Tidak semua yang membawa nama kemanusiaan benar-benar menjalankan nilai-nilainya. Jika ada yang mencurigakan, jangan diam. Segera koordinasi dengan aparat desa, banjar, atau pihak berwenang,” tegas mereka.
ARUN Tabanan menegaskan bahwa pernyataan ini adalah bentuk peringatan dini dan ajakan kolektif agar masyarakat tidak lengah, serta menjadi bagian dari gerakan perlindungan anak yang nyata, konkret, dan berkelanjutan.wartawita