BREAK NEWS

Disebut VPS tetapi Tanpa Akses Root, Permohonan Refund Pelanggan PHP.ID Ditolak

Permohonan pengembalian dana pelanggan PHP.ID akhirnya ditolak oleh tim SaungMedia yang menangani tiket layanan tersebut. Penolakan didasarkan pada ketentuan “No Refund” yang menurut pelanggan tidak terlihat sebelum transaksi dan baru ditemukannya setelah komplain diajukan.

Persoalan pembelian layanan VPS senilai Rp534.000 di PHP.ID memasuki babak baru. Setelah mengajukan refund melalui Tiket #17 untuk layanan vpsbaf4c.vps.php.id, pelanggan menerima penjelasan bahwa produk yang dibelinya sebenarnya bukan VPS dengan akses root penuh, melainkan terminal cPanel dengan kapasitas lebih besar.

Dalam balasan tiket, tim SaungMedia menjelaskan:

“Ini adalah terminal cPanel, bukan VPS root. Spesifikasinya saja yang lebih besar, namun Anda hanya mendapatkan akses SSH terminal—bukan akses root penuh. Secara fungsi dan mekanisme penambahan domain, layanan ini sepenuhnya sama seperti cPanel biasa.”

Penjelasan tersebut justru memperkuat keberatan pelanggan. Pasalnya, produk tersebut ditawarkan menggunakan istilah “VPS Mini”, tetapi pelanggan tidak memperoleh kendali penuh sebagaimana VPS root pada umumnya.

Pelanggan mengaku membeli layanan tersebut karena kliennya membutuhkan VPS. Setelah pembayaran dilakukan, ia baru memahami bahwa layanan tersebut hanya menyediakan terminal SSH dalam lingkungan cPanel dan penambahan domain tetap mengikuti mekanisme hosting cPanel biasa.

“Kalau sejak awal dijelaskan secara tegas bahwa ini bukan VPS root dan fungsinya sama seperti cPanel biasa, tentu saya tidak akan membelinya untuk kebutuhan klien yang meminta VPS,” kata pelanggan.

Ketentuan “No Refund” Dipertanyakan

Tim SaungMedia menyatakan layanan tidak dapat dikembalikan karena ketentuan “No Refund” telah dicantumkan pada halaman pembelian PHP.ID.

Namun, pelanggan membantah bahwa tulisan tersebut terlihat ketika transaksi dilakukan. Menurut keterangannya, ketentuan “Tanpa refund (no refund)” baru ditemukan setelah dirinya menyampaikan komplain dan mengajukan pembatalan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai waktu pencantuman atau perubahan informasi pada halaman pembelian. Pelanggan meminta PHP.ID maupun SaungMedia menunjukkan bukti bahwa ketentuan tersebut memang sudah tampil secara jelas sebelum transaksi pada 27 Agustus 2026.

“Silakan tunjukkan rekaman atau riwayat halaman yang membuktikan tulisan ‘No Refund’ sudah ada sebelum saya membayar. Jangan hanya menunjukkan keadaan halaman setelah komplain diajukan,” tegasnya.

Pelanggan juga mempertanyakan apakah istilah “VPS” pada nama produk sudah cukup menjelaskan kepada calon pembeli bahwa layanan tersebut bukan VPS root dan secara fungsi tetap sama dengan hosting cPanel biasa.

Permohonan Sempat Disebut Akan Ditinjau Manajemen

Dalam balasan pertama, tim SaungMedia menyampaikan bahwa permohonan refund sedang diteruskan kepada manajemen untuk ditinjau secara khusus.

“Saat ini tiket Anda sedang kami teruskan ke pihak manajemen/atasan untuk membantu meninjau ulang permohonan refund ini secara khusus.”

Namun, dalam balasan berikutnya, seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Marsuki menyatakan refund tidak dapat diberikan. Alasan bahwa klien pelanggan sudah tidak menginginkan layanan dinilai berada di luar tanggung jawab penyedia.

“Untuk refund tidak bisa ya, Pak, mohon maaf. Adapun alasan klien tidak mau, karena di luar jangkauan kami.”

Tim tersebut menilai persoalan utamanya adalah ketidaktahuan pelanggan dalam menambahkan domain. Sebagai penyelesaian, mereka menawarkan bantuan untuk menambahkan domain pada layanan VPS Mini tersebut.

Pelanggan menolak apabila persoalan ini hanya dianggap sebagai ketidaktahuan teknis. Menurutnya, masalah utama terletak pada ketidaksesuaian antara jenis layanan yang dibutuhkan dan karakter produk yang baru dijelaskan setelah pembelian.

“Ini bukan hanya persoalan tidak tahu menambahkan domain. Klien meminta VPS, sedangkan pihak penyedia sendiri menjelaskan bahwa produk ini bukan VPS root dan fungsinya sama seperti cPanel biasa,” katanya.

Hubungan SaungMedia dan PHP.ID Perlu Dijelaskan

Balasan atas tiket layanan PHP.ID dikirim menggunakan identitas tim SaungMedia. Hal ini turut menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan operasional, tanggung jawab, dan kewenangan SaungMedia dalam menangani transaksi serta permohonan refund pelanggan PHP.ID.

Pelanggan meminta kedua pihak menjelaskan secara terbuka siapa badan usaha yang menerima pembayaran, siapa penyedia layanan, dan pihak mana yang bertanggung jawab atas penanganan pengaduan konsumen.

Permintaan klarifikasi tersebut penting agar konsumen tidak dibuat bingung ketika membeli layanan melalui PHP.ID, tetapi pengaduannya dijawab oleh tim yang menggunakan identitas SaungMedia.

Pelanggan Beri Waktu 1×24 Jam

Pelanggan memberikan waktu 1×24 jam kepada PHP.ID dan pihak yang menangani tiketnya untuk memberikan klarifikasi tertulis serta penyelesaian yang bertanggung jawab.

Pelanggan meminta perusahaan:

  1. Menunjukkan bukti bahwa ketentuan “No Refund” sudah tercantum sebelum transaksi.

  2. Menjelaskan mengapa produk menggunakan istilah VPS apabila tidak memberikan akses root.

  3. Menjelaskan hubungan dan pembagian tanggung jawab antara PHP.ID dan SaungMedia.

  4. Memberikan keputusan tertulis mengenai pengembalian dana sebesar Rp534.000.

  5. Menyimpan riwayat halaman produk dan seluruh data tiket agar dapat diperiksa apabila sengketa dilanjutkan.

Apabila dalam batas waktu tersebut tidak terdapat penyelesaian, pelanggan menyatakan akan membawa bukti pembayaran, tangkapan layar, riwayat tiket, serta percakapan layanan pelanggan untuk dikonsultasikan dan dilaporkan kepada kepolisian serta lembaga perlindungan konsumen.

“Saya meminta iktikad baik, bukan saling melempar tanggung jawab. Jika dalam 1×24 jam tidak ada penyelesaian, saya akan menempuh jalur pengaduan dan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas pelanggan.

Seluruh keterangan mengenai tidak terlihatnya tulisan “No Refund” sebelum transaksi merupakan klaim pelanggan yang perlu diverifikasi melalui bukti digital. PHP.ID dan SaungMedia tetap diberikan ruang hak jawab untuk menjelaskan waktu pencantuman ketentuan, karakter produk yang dijual, hubungan kedua pihak, serta dasar penolakan refund. Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar