Tiga Tanker Oman, 2 Kapal Jepang dan Prancis Lolos Lewati Selat Hormuz.
0 menit baca
Seperti dikutip Reuters, Jumat (3/4), Iran awalnya menutup Selat Hormuz, jalur yang mengalirkan sekitar seperlima minyak dan LNG global, setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari yang memicu meluasnya konflik. Kemudian, Iran menyatakan akan mengizinkan kapal yang tidak terkait dengan AS atau Israel untuk transit.
Pasar minyak dan komoditas sangat memperhatikan tanda-tanda lalu lintas kembali normal. Beberapa kapal tanker dan kontainer berhasil melewati blokade dalam beberapa minggu sebelumnya, tetapi aktivitas itu diikuti dengan hari-hari lumpuh total.
Sebuah kapal kontainer milik Prancis, CMA CGM, melintasi Selat pada hari Kamis, hari yang sama ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa hanya upaya diplomatik, bukan operasi militer, yang bisa membuka Selat Hormuz.
Kapal Prancis itu mengubah tujuan pada Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) menjadi "Owner France" sebelum memasuki perairan Iran, menandakan kewarganegaraannya kepada otoritas Iran.
>> India Ship India Crew
Kapal-kapal tersebut tampaknya mematikan transponder AIS selama melintas karena sinyalnya hilang dari data pelacakan kapal.
Dua Very Large Crude Carriers (VLCC) dan satu kapal LNG yang dioperasikan Oman Shipping Management juga keluar dari Teluk pada Kamis, menurut data MarineTraffic dan LSEG.
Oman, yang memediasi pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat sebelum serangan, mengkritik peluncuran serangan saat pembicaraan sedang berlangsung.
Mitsui O.S.K. Lines dari Jepang mengatakan pada Jumat bahwa kapal LNG, Sohar LNG, yang dimiliki bersama, telah melintasi Selat Hormuz, menjadi kapal pertama yang terkait Jepang dan kapal LNG pertama yang melakukannya sejak konflik dimulai.
Juru Bicara Mitsui menolak memberi tahu Reuters kapan tepatnya pelintasan terjadi atau apakah diperlukan negosiasi.
Nenurut Kementerian Transportasi Jepang, hingga Jumat pagi, sekitar 45 kapal yang dimiliki atau dioperasikan perusahaan Jepang masih terdampar di wilayah tersebut.
Kapal LPG lain milik Mitsui, Green Sanvi, meninggalkan Teluk melalui perairan teritorial Iran lebih awal pada Jumat, menurut data pelayaran. Kapal berbendera India ini menandai tujuannya sebagai "India ship India crew".
Selain itu, kapal gas besar berbendera Panama, Danisa, meninggalkan Teluk melalui rute yang sama menuju China. (YS)