JM Ungkap Kronologi Versinya, Soroti Dugaan Penggiringan Opini Sesat di Media Sosial
0 menit baca

DENPASAR –Cakrawala Asia.Id
Menanggapi sebuah unggahan yang mendadak viral di media sosial dari akun tak dikenal, pihak Australia inisial JM akhirnya memberikan respons resmi. Narasi yang beredar di dunia maya tersebut dinilai sarat akan penggiringan opini (framing negatif), pencemaran nama baik, serta memanfaatkan sentimen publik tanpa didasari fakta yang sah.
Tak ingin persoalan berkembang liar di ruang digital, sehingga dalam tanggapan, JM menyoroti sejumlah kontradiksi mendasar yang terdapat dalam narasi pengunggah dengan akun Instagram berinisial Belda BS. Lebih lanjut dijelaskan, Pertama, diduga penggugah itu lakukan penyebaran rumor tanpa bukti (Hearsay).
Pengunggah secara terbuka mengakui dalam tulisannya bahwa ia hanya menyebarkan apa yang pernah ia dengar dan tidak bisa menjamin kebenaran cerita tersebut. Pengakuan ini mempertegas bahwa tuduhan berat yang dilemparkan sepenuhnya bersumber dari desas-desus tanpa bukti faktual, yang berpotensi melanggar ketentuan UU ITE terkait penyebaran informasi bohong dan pencemaran nama baik.
Ketua, Asosiasi karakter yang dipaksakan. Bukannya menjelaskan tentang apa yang sementara terjadi, pengunggah justru berusaha mengaitkan kejadian dalam video viral terbaru dengan klaim peristiwa masa lalu yang diakuinya sendiri memiliki konteks berbeda. Upaya memaksakan asosiasi ini dinilai sebagai bentuk character assasination (pembunuhan karakter) untuk menggiring persepsi masyarakat sebelum ada pembuktian yang sah.
Ketiga, dugaan eksploitasi sentimen emosional. Penggunaan diksi provokatif yang memicu sentimen kelompok di media sosial diindikasikan sebagai teknik trial by netizen. "Ya, narasi tersebut dirancang sangat emosional demi mendulang engagement, bukan sebagai upaya pencarian keadilan yang objektif," kisah lelaki yang fasih bahasa indonesia ini di Denpasar.
Menghadapi situasi ini, pihak Jake menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur yang benar dan terukur. Menyampaikan kronologi kejadian yang sebenarnya secara objektif berdasarkan fakta di lapangan, sekaligus menolak tegas tuduhan tidak berdasar yang dilemparkan oleh pengunggah.
Iya juga menegaskan kepatuhan penuh terhadap prosedur hukum serta institusi resmi yang berlaku di Indonesia (Kepolisian dan Imigrasi) guna membantah stigma negatif yang dibentuk di media sosial. Pihaknya akan mengkaji secara serius opsi pelaporan pidana dan somasi hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah serta pencemaran nama baik yang telah merugikan reputasi korban secara moral maupun material.
Langkah ini akan diambil untuk memastikan bahwa fakta hukum yang objektif tetap menjadi panglima, sekaligus memulihkan nama baik dari gempuran opini spekulatif di ruang digital. JM membeberkan kronologi versi Jake terkait pertemuannya dengan Theo, warga negara Prancis, di kawasan Jalan Uluwatu, Jumat (7/8) sekitar pukul 13.30 Wita.
Menurut JM, pertemuan tersebut terjadi secara tidak sengaja. Saat itu, Jake dan Theo kebetulan berpapasan di jalan. Melihat Theo, Jake kemudian mengajaknya untuk berhenti dan berbincang. Keduanya lantas terlibat percakapan. Dalam pertemuan tersebut, Jake disebut menyinggung persoalan utang sewa restoran yang menurutnya belum diselesaikan oleh Theo.
Jake mempertanyakan pembayaran sewa restoran tersebut. Kepada Theo, Jake menyampaikan keberatannya karena merasa kewajiban terkait sewa restoran belum dibayarkan. Menurut keterangan JM, Jake menilai sejak awal Theo tidak memiliki itikad untuk menyelesaikan pembayaran tersebut. "Hal itulah yang kemudian membuat JM sempat memarahinya," kilah JM.
Percakapan antara keduanya selanjutnya berlangsung dalam suasana yang mulai memanas. Jake disebut menilai sikap Theo ketika itu kurang layak sehingga membuat situasi menjadi tidak nyaman. Meski demikian, situasi tersebut disebut tidak sampai berkembang menjadi keributan yang lebih besar. Untuk menghindari kondisi semakin panas, Jake kemudian memilih meninggalkan lokasi.
Keputusan tersebut diambil Jake dengan alasan agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi persoalan lanjutan di lokasi. "Sebenarnya situasi aman-aman saja. Tapi orang yang diduga memposting itu yang diduga memiliki indikasi provokasi," pungkas Jake sebagaimana disampaikan sumber JM.