Rivalitas Berubah Menjadi Persaudaraan, Suporter Brazil, Argentina dan Komunitas Piala Dunia Bersatu Bersihkan Masjid serta Gereja di Bacan Timur.
Halmahera Selatan, CakrawalaAsia.ID – Pemandangan berbeda terlihat di Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat (26/6). Rivalitas yang selama ini identik dengan dukungan terhadap tim nasional di ajang Piala Dunia justru melebur dalam satu tujuan mulia. Suporter Brazil, Argentina, bersama berbagai komunitas pencinta sepak bola memilih meninggalkan sekat perbedaan dan turun langsung menggelar bakti sosial lintas agama di sejumlah rumah ibadah.
Kegiatan diawali dengan senam bersama dan dilanjutkan jalan sehat yang diikuti seluruh peserta. Kebersamaan tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan pilihan tim sepak bola tidak menghalangi terbangunnya rasa persatuan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Setelah itu, para peserta menyebar ke beberapa rumah ibadah di Desa Sayoang dan Desa Babang untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan masjid dan gereja. Aksi tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama yang selama ini hidup di Bacan Timur.
Rumah ibadah yang menjadi lokasi kegiatan meliputi Masjid Quba di Desa Sayoang, Masjid Tabahasole di Desa Babang, Gereja GPM Maranatha Sayoang, Gereja GKPMI Elsadhai Sayoang, Gereja GSJA Kasih Karunia Sayoang, serta Gereja GPDI Sayoang.
bakti sosial
1. Mesjid Quba Sayoang
2. Mesjid Tabahasole Babang
3. Gereja GPM Maranatha Sayoang
4. Gereja GKPMI ELSADHAI SAYOANG
5. Gereja GSJA KASIH KARUNIA SAYOANG
6. Gereja GPDI Sayoang
Ketua ZULAIBAM HI ALI
KORLAP : HERSON MATORO.
Ketua Tim Suporter Brazil Bacan Timur, Zulaibam Hi. Ali, menegaskan bahwa sepak bola semestinya tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui aksi sosial yang membangun persaudaraan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan identitas, pilihan tim, maupun keyakinan bukanlah alasan untuk saling menjaga jarak. Sebaliknya, keberagaman harus dijadikan kekuatan untuk saling mendukung dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
"Kami ingin memperlihatkan bahwa pendukung Brazil, Argentina, dan seluruh komunitas pencinta Piala Dunia dapat berdiri dalam satu barisan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Membersihkan masjid dan gereja bersama merupakan wujud nyata bahwa sepak bola memiliki kekuatan mempersatukan masyarakat," ungkap Zulaibam.
Koordinator Lapangan, Herson Matoro, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para peserta saling bahu-membahu membersihkan setiap rumah ibadah tanpa membedakan agama maupun latar belakang organisasi, mencerminkan tingginya semangat gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga nilai toleransi, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun budaya saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Aksi sosial yang dilakukan para suporter mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran mereka dinilai menghadirkan pesan positif bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan antarkelompok, merawat kerukunan, dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan ini, komunitas suporter di Bacan Timur ingin menegaskan bahwa semangat Piala Dunia tidak cukup diwujudkan melalui dukungan di tribun maupun layar televisi. Nilai sportivitas sejati justru tercermin ketika kecintaan terhadap sepak bola mampu melahirkan kepedulian sosial, memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga. Jangan hanya bersatu saat ada kegiatan seperti ini, tetapi jadikan persaudaraan dan toleransi sebagai budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Bacan Timur," tutup Zulaibam Hi. Ali.