Menyongsong 81 Tahun Indonesia Merdeka, LKSB Soroti Reformasi yang Dinilai Belum Menjawab Harapan Rakyat Oleh: Abdul Ghopur

Poto Kemerdekaan
Denpasar – Cakrawala Asia.Id
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, kritik terhadap arah pembangunan nasional kembali mengemuka.
Kali ini datang dari Ketua Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur, yang menilai cita-cita reformasi selama hampir tiga dekade belum sepenuhnya menghadirkan perubahan mendasar bagi kehidupan masyarakat.
Dalam tulisan berjudul Menyongsong 81 Tahun Indonesia Merdeka, Abdul Ghopur menyatakan bahwa setiap peringatan kemerdekaan selalu diiringi evaluasi terhadap kualitas pelayanan negara di bidang kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan.
Menurutnya, setelah 28 tahun Reformasi 1998, berbagai agenda pembaruan seperti reformasi birokrasi, penegakan supremasi hukum, dan penguatan supremasi sipil belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas.
Ia juga mengkritik budaya birokrasi yang dinilai masih berorientasi pada kekuasaan, bukan pelayanan publik. Menurut Abdul Ghopur, masih terdapat aparatur yang lebih ingin dilayani daripada melayani masyarakat. Ia berpendapat bahwa pola pikir tersebut berpotensi melahirkan praktik penyalahgunaan wewenang dan korupsi.
"Semangat kemerdekaan seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas tata kelola pemerintahan," tulis Abdul Ghopur dalam kajian tersebut.
Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kemampuan negara menghadirkan keadilan sosial, pelayanan publik yang profesional, serta pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Di tengah berbagai tantangan nasional, mulai dari pemberantasan korupsi, peningkatan kualitas pendidikan, akses layanan kesehatan, hingga pemerataan kesejahteraan, publik menaruh harapan agar peringatan 81 tahun Indonesia merdeka menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap reformasi yang berpihak kepada rakyat.
Afkan.